Jl. Kesehatan No.1 Sekip Yogyakarta Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia 55284

radiologi.fk@ugm.ac.id

Workshop Boosting IKU Klaster Non-Bedah: Menyederhanakan Tesis, Mendekatkan Ilmu ke Masyarakat

Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (FK UGM) kembali menunjukkan komitmennya dalam penguatan kapasitas komunikasi akademik melalui penyelenggaraan Workshop Three Minutes Video untuk klaster non-bedah. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 10 Desember 2025, bertempat di Ruang Teater Perpustakaan FK UGM, dan diikuti oleh para residen serta civitas akademika dari berbagai departemen non bedah.

Workshop ini berangkat dari kebutuhan akan media komunikasi ilmiah yang lebih ringkas, menarik, dan mudah dipahami. Three minutes video merupakan salah satu bentuk media yang dirancang untuk menyampaikan konten tesis residen dalam durasi singkat, dengan pembawaan yang lebih santai tanpa mengurangi esensi keilmuan. Melalui format ini, diharapkan hasil penelitian tidak hanya berhenti di lingkup akademik, tetapi juga dapat menjangkau khalayak yang lebih luas.

Kegiatan dibuka dengan pemaparan materi pertama oleh dr. Anggoro Budi Hartopo, M.Sc, PhD, Sp.PD, Sp.JP (K), dari Departemen Kardiologi. Dalam sesi ini, dokter Anggoro membagikan pengalaman Departemen Kardiologi dalam mengembangkan three minutes video sebagai media diseminasi tesis residen tingkat akhir. Ia menjelaskan bahwa video-video tersebut telah diproduksi secara konsisten dan bahkan telah dipublikasikan melalui website resmi Departemen Kardiologi.

Menurut dokter Anggoro, dari sisi struktur dan format, three minutes video yang telah dibuat tergolong baik dan sistematis. Alur penyampaian sudah mencakup latar belakang penelitian, tujuan, metode, hingga kesimpulan secara ringkas. Namun demikian, beliau juga menyoroti bahwa pembawaan dalam video masih terkesan cukup kaku. Hal ini menjadi tantangan tersendiri, mengingat durasi yang singkat menuntut kemampuan komunikasi yang lebih ekspresif agar menarik, namun tetap dapat menyampaikan pesan keilmuan dengan baik.

“Kedepannya, improvisasi sangat diperlukan, baik dari segi gaya penyampaian, penggunaan visual, maupun cara membangun narasi agar lebih menarik,” ujar dokter Anggoro. Ia menekankan bahwa latihan berulang dan keberanian untuk bereksperimen dengan gaya komunikasi akan menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas three minutes video.

Materi kedua disampaikan oleh Dr. Yana Supriatna, PhD.,Sp.Rad(K), dari Departemen Radiologi. Dalam pemaparannya, dokter Yana menjelaskan bahwa Departemen Radiologi juga telah mengimplementasikan three minutes video sebagai bagian dari strategi diseminasi hasil penelitian residen. Video-video tersebut telah diunggah melalui kanal YouTube resmi Departemen Radiologi, sehingga dapat diakses tidak hanya oleh civitas akademika, tetapi juga oleh masyarakat umum.

Dokter Yana menyampaikan bahwa three minutes video di Departemen Radiologi akan terus dikembangkan dan ditingkatkan kualitasnya. Konten video berfokus pada penjelasan singkat mengenai tesis residen, dengan bahasa yang disederhanakan agar lebih mudah dipahami oleh penonton non-medis. Melalui platform YouTube, diharapkan informasi ilmiah yang dihasilkan dapat menjangkau audiens yang lebih luas dan beragam. Selain itu, beliau juga menekankan pentingnya konsistensi dan keberlanjutan dalam produksi konten. Dengan demikian, kemampuan menyampaikan ide penelitian secara singkat dan padat menjadi kompetensi penting yang terus diasah.

Secara umum, baik Departemen Kardiologi maupun Radiologi sepakat bahwa three minutes video memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi kepada khalayak umum, bukan hanya kepada civitas akademika. Di era digital saat ini, masyarakat semakin terbiasa mengkonsumsi informasi dalam bentuk audio visual dengan durasi singkat. Oleh karena itu, three minutes video dinilai sebagai media yang relevan dan efektif untuk menjembatani dunia akademik dengan masyarakat luas.

Materi ketiga dalam workshop ini disampaikan oleh bapak Nasirullah Sitam, SIP, dari bagian hubungan masyarakat FK-KMK UGM. Materi ini berfokus pada cara dan tips menulis artikel yang berkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs). Dalam penjelasannya, Pak Sitam menekankan bahwa penulisan artikel berbasis SDGs merupakan salah satu sarana penting untuk menyalurkan informasi mengenai berbagai kegiatan, penelitian, dan pengabdian yang dilakukan di lingkungan FK-KMK UGM.

Penyusunan materi ini bertujuan untuk mendorong civitas akademika agar lebih aktif mendokumentasikan dan mempublikasikan kegiatan yang memiliki dampak sosial dan relevansi global. FK-KMK UGM, menurut Pak Sitam, sejauh ini telah banyak menerbitkan berbagai materi yang berhasil terpublikasi dan memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian SDGs. Namun, potensi tersebut masih dapat terus dikembangkan melalui peningkatan kualitas penulisan dan pemilihan sudut pandang yang tepat.

Workshop ini berlangsung dengan suasana interaktif dan reflektif. Para peserta tidak hanya mendapatkan paparan materi, tetapi juga diajak untuk melihat contoh nyata implementasi three minutes video serta memahami tantangan yang dihadapi dalam proses pembuatannya. Diskusi yang muncul menunjukkan antusiasme peserta terhadap pengembangan media komunikasi ilmiah yang lebih kreatif dan adaptif.

Melalui kegiatan ini, FK-KMK UGM berharap three minutes video dapat menjadi budaya baru dalam diseminasi hasil penelitian, khususnya di klaster non-bedah. Dengan penyampaian yang ringkas, komunikatif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat, karya ilmiah residen diharapkan mampu memberikan dampak yang lebih luas. Inisiatif ini sejalan dengan upaya pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), melalui penguatan kapasitas akademik, inovasi metode pembelajaran, serta peningkatan literasi ilmiah yang inklusif dan mudah diakses. Workshop ini sekaligus menjadi langkah nyata FK-KMK UGM dalam menjawab tantangan komunikasi ilmu pengetahuan di era digital, serta memperkuat peran institusi akademik sebagai sumber informasi yang kredibel dan bermanfaat bagi publik.

(Alex, Kusuma, Rozan)